Tembakau & Dampaknya

Bookmark and Share
Konsumsi tembakau adalah salah satu penyebab kerusakan kesehatan yang berkembang sangat cepat di dunia. Satu dari dua perokok jangka panjang akan meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan tembakau. Kematian ini sebenarnya dapat dicegah.
Resiko Kesehatan Bagi Perokok
Lebih dari 70.000 artikel ilmiah membuktikan secara tuntas bahwa penggunaan tembakau menyebabkan penyakit dan kematian.1 Pada tahun 2001, sebanyak 9,2% dari 3320 kematian di Indonesia disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan tembakau. Secara global tembakau merupakan 8,8% penyebab dari semua kematian pada tahun 2002.2 Konsumsi tembakau membunuh satu orang setiap 10 detik.3 Pada tahun 2020, WHO memprediksikan penyakit yang berkaitan dengan tembakau akan menjadi masalah kesehatan utama dunia yang menyebabkan 8,4 juta kematian tiap tahun.4 ; separuhnya terjadi di Asia. Kematian di Asia akan meningkat hampir 4 kali lipat dari 1,1 juta tahun 1990 menjadi 4,2 juta tahun 2020.5
Penyakit saluran pernapasan kronik.
Sekitar 56-80% dari semua penyakit saluran pernapasan kronik disebabkan karena tembakau termasuk bronkhitis kronis dan emfisema.2 Penggunaan tembakau tahun 2001 di Indonesia diperkirakan menyebabkan 4,4% kematian karena penyakit paru kronik, pneumonia, brochitis dan emfisema.
Penyakit kardiovaskuler.
Secara global, tembakau bertanggung jawab untuk terjadinya 22% penyakit jantung dan pembuluh darah.2 Penggunaan tembakau diperkirakan merupakan penyebab kematian sekitar 2% kasus stroke di Indonesia.
Kanker.
Penggunaan tembakau juga menyebabkan terjadinya 90% kanker paru pada laki-laki dan 70% pada perempuan dengan tingkat kematian (case fatality rate) melebihi 85%. Terdapat bukti cukup kuat untuk menyimpulkan tembakau sebagai penyebab kanker mulut, tenggorok, lambung, kandung kemih, mulut rahim dan sumsum tulang.6
Kesuburan dan impotensi.
Wanita yang merokok mungkin mengalami penurunan atau penundaan kemampuan hamil. Pada pria, merokok meningkatkan resiko impotensi sebesar 50%.7
Resiko Kesehatan Asap Tembakau di Lingkungan (ETS)
Menghirup asap rokok orang lain, disebut juga asap tembakau di lingkungan (ETS), berbahaya bagi kesehatan.8 Asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, termasuk 43 diantaranya yang diketahui menyebabkan kanker (karsinogen) pada manusia. Tidak ada kadar paparan minimal ETS yang “aman”.9
Lebih dari separuh (57%) rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu orang perokok dan hampir semua perokok (91,8%) merokok di rumah. Seorang bukan perokok yang menikah dengan perokok mempunyai resiko kanker paru sebesar 20-30% lebih tinggi daripada mereka yang pasangannya bukan perokok, dan juga resiko mendapatkan penyakit jantung.10
Keterpaparan pada masa kehamilan.
Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilannya ATAU terpapar ETS di rumahnya beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah, termasuk bayi berat badan lahir rendah, lahir mati, dan cacat lahir.11
Anak yang terpapar asap tembakau di lingkungan.
Lebih dari 43 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun tinggal dengan perokok dan terpapar pada asap tembakau di lingkungan (ETS). Global Youth Tobacco Survey pada anak sekolah usia 13-15 tahun di Jakarta melaporkan bahwa 83,5% anak terpapar pada ETS di tempat-tempat umum.12 Anak-anak yang terpapar pada asap rokok di lingkungan mengalami pertumbuhan paru yang lambat, dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga tengah dan asma.13 Kerusakan kesehatan dini ini dapat menyebabkan kesehatan yang buruk pada masa dewasa.
Nikotin : Senyawa penyebab ketagihan pada tembakau
Laporan tentang nikotin dari “US Surgeon General” menyimpulkan :14 15
Rokok dan semua produk tembakau bersifat adiktif (menyebabkan ketagihan).
Nikotin merupakan senyawa dalam tembakau yang menyebabkan ketagihan. Nikotin merupakan racun alkaloid yang hanya ada di dalam tembakau, sangat adiktif dan mempengaruhi otak dan susunan saraf pusat dalam.
Keuntungan berhenti merokok dapat segera dirasakan
6 jam sesudah berhenti
denyut nadi dan tekanan darah kembali normal
12 jam
Karbon monoksida (CO) meninggalkan sistem peredaran darah dan pernapasan
1 hari
Tekanan darah lebih rendah dan kegiatan jantung lebih kuat
1 tahun
Risiko serangan jantung menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok
5-15 tahun
Risiko stroke menurun sampai tingkat bukan perokok
10 tahun
Risiko kanker paru menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif
15 tahun
Risiko serangan jantung menurun sampai tingkat bukan perokok jika berhenti sebelum timbul penyakit
WHO Tobacco Atlas 2002. Quitting.
http://www.who.int/tobacco/statistics/tobaccoatlas/en/
Jangka panjang, nikotin akan menekan kemapuan otak untuk mengalami kenikmatan, sehingga perokok senantiasa membutuhkan kadar nikotin yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat kepuasan dari ketagihannya.16
Sifat nikotin yang sangat adiktif ini dibuktikan oleh adanya “jurang” antara jumlah perokok yang ingin berhenti merokok dan mereka yang berhasil. Survei pada anak-anak sekolah usia 13-15 tahun di Jakarta menunjukkan bahwa 20,4% adalah perokok tetap, dan 80% diantaranya ingin berhenti merokok – tetapi tidak berhasil.13
Mengapa rokok rendah tar sama bahayanya bagi kesehatan?
Kadar tar, nikotin dan karbon monoksida pada saat ini ditentukan dengan uji mesin (standar ISO) yang dikembangkan oleh industri tembakau sejak tahun 1967. Metoda untuk mengukur kadar tar, nikotin dan karbon monoksida ini tidak menunjukkan jumlah yang sebenarnya diisap dan dampaknya pada kesehatan atau perubahan perilaku merokok yang berkaitan dengan berbagai jenis rokok yang diisap.17 Pada kenyataanya, rokok rendah tar juga rendah kadar nikotinnya. Karena para perokok ingin mencapai kadar nikotin untuk memuaskan ketagihannya, maka mengganti dengan rokok “rendah tar” akan menyebabkan mereka merokok (dan membeli rokok) lebih banyak untuk mencapai tingkat nikotin yang dapat memuaskan rasa ketagihan.
Menamakan rokok sebagai “light” dan “low” telah menjadi teknik pemasaran industri tembakau yang umum digunakan untuk meyakinkan perokok bahwa produk tersebut kurang berbahaya.
FCTC melarang penggunaan bahasa yang menyesatkan seperti “light”, “mild” atau “rendah tar”.
Rokok kretek
Rokok kretek mengandung 60-70% tembakau dan karena itu, memiliki semua senyawa yang membahayakan seperti produk tembakau lainnya.
Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan rumah tangga Indonesia untuk membeli produk tembakau?
Proporsi pengeluaran bulanan rumah tangga untuk membeli produk tembakau di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2001, sebesar rata-rata 9,6% dari pengeluaran bulanan; pada kelompok berpenghasilan tinggi 7,5% dan kelompok berpenghasilan rendah 9,1%. Pengeluaran untuk produk tembakau ternyata lebih tinggi daripada pengeluaran untuk membeli ikan, (6,2%); sayur-sayuran (5,1%); serta daging, telur dan susu (6,4%).
Rujukan Online
1 WHO 2003. Tobacco and Health in the Developing World
http://europa.eu.int/comm/health/ph_determinants/life_style/Tobacco/Documents/who_en.pdf
2 WHO 2002. World Health Report: Reducing Risks, Promoting Healthy Life. Chapter 4 Quantity Risks
http://www.who.int/whr/on/
3 WHO 2002. Tobacco Atlas
http://www5.who.int/tobacco/page.cfm?sid=84
4 WHO Tobacco Burden of Disease. Accessed 8/2003
http://www.who.int/tobacco/health_impact/bod/en/
5 Murray & Lopez. Mortality by Cause for 8 regions of the world : Global Burden of Disease Study
http://www.thelancet.com/journal/vol349/iss9061/full/nan,349,9061_original_research.8645.1
6 International Agency Research on Cancer (IARC) Monograph; Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans Tobacco Smoke and Involuntary Smoking July 2002.
http://monographs.iarc.fr/htdocs/indexes/vol83index.html
7 Tengs TO, Osgood ND. The link between smoking and impotence; two decades of evidence. Prev Med. 2001 Jun;32(6);447.52. Abstract available
http://www.nobi.nlm.nlh.gov/entrez/query.fogi?cmd=Retrieve&db=PubMed&dopt=Citation&llat_ulds=11394947
8 WHO 2003. Comprehensive Reports on Passive Smoking by Authoritative Scientific Bodies.
http://www.who.int/tobacco/health_impact/reports/en/
9 US National Institutes of Health 2002. National Cancer Institute. Smoking adn Tobacco Control Monograph #101 Health effects of exposures to Environmental Tobacco Smoke
http://cancercontrol_cancer_gov/terb/monograph/10/
10 Hackshaw AK, Law MR, Wald NJ, The accumulated evidence on lung cancer and environmental tobacco smoke, BMJ 1997;315;980-8. http://bmi.com/
11 Chan-Yeung and Ward. Respiratory health effects of exposure to environmental tobacco smoke: An invited review.
http://www.blackwell.sinergy.com/links/doi/10.1046/i.1440-1843.2003.00453.x/abs
12 Jakarta Global Youth Tobacco Survey
http://www.cdc.gov/tobacco/global/gyts/GYTS_factsheets.htm
13 WHO 1999. International Consultation on Environmental Tobacco Smoke and Child Health. NCD/TFI/ETS/99.
http://www.who.int/tobacco/health_impact/youth/ets/en/
14 Us Surgeon General 1988. The health consequences of smoking; nicotine addiction
http://profiles/nlm.nih.gov/NN/B/B/Z/G/_/nnbbzg.pdf
15 US National Cancer Institute 2001. Monograph 13: Risks Associated with Smoking Cigarettes with Low Tar Machine-Measured Yields of Tar and Nicotine
http://cancercontrol.cancer.gov/tcrb/monograph/13.index.html
16 US Federal Trade Commision.
Up in Smoke: The truth about tar and nicotine ratings; and The 2000 Report on Tar and Nicotine Ratings
http://www.ftc.gov/bcp/menu-tobac.htm
Diterbitkan oleh :
Tim Penanggulangan Masalah Tembakau
Departemen Kesehatan RI
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 4-9
Jakarta 12950
Sumber : www.langitan.net

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger