Menikmati Taman Wisata Alam Kapuk

Bookmark and Share
Pemprov DKI Jakarta kini memiliki taman wisata alam di daerah konservasi mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Taman seluas 99,82 hektar ini akan menjadi paru-paru kota.

Selanjutnya, taman yang dinamai Taman Wisata Alam Kapuk Angke ini memiliki ribuan tanaman mangrove yang berfungsi menghalau air laut pasang atau rob, termasuk abrasi laut.


"Di sini juga terdapat tempat pelestarian flora dan fauna sekaligus sebagai tempat sarana pendidikan masyarakat," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang dikutip dari situs Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jika ingin nyaman banyak tersedia
sewa mobil murah Jakarta untuk sampai ke tempat ini.


Karena itu, warga ibu kota diharapkan agar turut menjaga kelestarian Taman Wisata Alam Kapuk Angke. Selain itu diminta turut menanam pohon di area itu sehingga isu pemanasan global dapat teratasi bersama.


“Seperti komitmen pemerintah yang menyerukan one man one tree. Dengan begitu kita mampu menghadapi isu pemanasan global sekaligus menekan tingkat polusi udara,” katanya.


Menurut Zulkifli sekarang ini baru ada dua taman wisata yang dipenuhi pohon mangrove, yakni di Jakarta dan Bali. Ke depan diharapkan daerah lain akan mengikuti langkah Jakarta dan Bali.


Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan sekarang ini wilayahnya telah dilabeli sebagai green belt termasuk Kawasan Taman Wisata Kapuk Angke.


"Dengan diresmikan kawasan wisata alam ini, diharapkan bisa menjadi andalan dari 12 destinasi wisata pesisir yang sekarang sedang giat-giatnya dipromosikan. Sebab, kawasan ini bagian dari 12 destinasi wisata pesisir itu,” katanya. Dan akan di dukung transportasi
sewa mobil murah Jakarta.


Diharapkan di tahun-tahun mendatang, kawasan ini akan dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi warga sekitar. Setidaknya jika taman ini berkembang, secara ekonomi akan menguntungkan warga sekitar. Sebab warga bisa berjualan souvenir sehingga denyut perekonomian warga akan berdetak keras.


Pengelola Taman Wisata Alam Kapuk Angke Sri Murniwati mengatakan area konservasi ini luasnya 99,82 hektar. Pada 2007, kawasan ini menyimpan 79 juta-100 juta pohon produktif.


Namun karena telah terjadi abrasi, maka sepanjang 2009 dilakukan penanaman pohon mangrove secara kontinyu. Sehingga pada 2009 tercatat ada 203 juta bibit pohon bakau yang ditanam di kawasan itu.


"Di taman ini juga terdapat fasilitas pengamatan burung, pondok alam sebanyak 8 buah dan rumah kemping sebanyak 30 unit," katanya.


metro.vivanews.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger